OLO-OLO (NINA BOBO)

Willem Iskander merupakan pelopor pendidikan di bumi Mandailing. Beliau mendirikan sekolah guru di Tanobato pada tahun 1862 yang diberi nama Kweekschool voor Inlandsche (Sekolah Guru Bumiputera) atau sering kita dengar Kweekschool Tanobato. Kweekschool ini merupakan hasrat Willem Iskander dalam mencerdaskan bangsanya.

Selain mendirikan sekolah, beliau juga banyak mengarang dan menulis buku yang dipakai dalam kurikulum Kweekschool saat itu. Di samping itu beliau juga banyak menciptakan puisi dengan mengambil tema-tema seperti pendidikan, kasih sayang, religius, keberanian dan cinta tanah air.

Ada salah satu puisinya yang berjudul Olo – Olo yang artinya Nina Bobo dan mengambil tema kasih sayang orangtua ke anaknya. Berikut puisinya dalam bahasa Mandailing beserta terjemahannya :

Urro! modom ma inang modom!
Aha dope anso laing rimas?
Anso marilu na lomlom!
Ngada ho nian manguas
Ngadaro marsak ni roa tu anggunan
Ulang be robak ilumu song’ udan

Aha roai mangutuk taroktokmu?
Inda dong dope dosa di ho
Tibu martomu abong matamu
Ias dope ho songon surgo
Baru upasusu dope
Tai laing urang dope di o ape!

Ampot dabo gonjakmu do i
Na lao mantata do na poso
Tai pado songon i
Dengganan do au dipantatai o
Padean do tata di dakdanak
Umpado ilu na robak

Muda ho magodang muse
Tartompu homa tu jae tu julu
Maloma manjama baenon
Olo inanang!
Na so uparmuda sayang!
Upalaope ho di portibi on

Adong dope ubege na godang tumpukmu
Ulang ko mabiar
Anggo didokon Debata
Tola do ho ro tu Tuhanmu
Anggo dokon ni Debata inang
Danakma na lobi sonang

Ho dompak di anggunan
Abong ni malaikat manggobakko
Disuruon Tuhan
Dibaon olong ni rohaNa dio
Disanggo urummu na poso
Dijagai ho sipso

Modomma inang modom
Oras ni tondingku!
Ulang marsak roa, na lomlom!
Mutik ni parpidoanku!
Modomma inang taring!
Anso ulang au be sai mangkuling

Urro! Tidur nak tidur!
Kenapa masih gelisah?
Kenapa berurai airmata si hitam sayang
Engkau tak haus
Tak datang keresahan ke ayunan
Jangan lagi bercucur air mata bagai hujan

Apa gerangan yang mengguncang jantungmu?
Belum ada dosa di dalam dirimu
Cepatlah bertaut bulu matamu
Engkau masih suci bagai surga
Baru saja kususukan
Tapi masih kurang lagi bagimu, rupanya!

Barangkali engkau berpura-pura
Mau tertawa barangkali si kecil
Tapi daripada begitu
Lebih baik aku engkau tertawakan
Tawa anak-anak lebih baik
Daripada air mata berderai

Jika engkau besar nanti
Engkau dapat menjelajah ke mana-mana
Pandai pula bekerja
Ya, putriku sayang!
Yang tak aku sia-siakan!
Aku lepas engkau berjalan di bumi ini

Aku dengar masih banyak bagianmu
Engkau jangan takut
Kata Tuhan
Engkau boleh datang kepada Tuhanmu
Menurut firman Tuhan sayang
Anaklah yang paling berbahagia

Ketika engkau masih di ayunan
Bulu malaikat menyelimutimu
Disuruh Tuhan
Karena kasih sayang-Nya kepadamu
Dicium pipimu yang muda
Dijaga engkau diam tenang

Tidurlah sayang tidur
Pengukuh semangatku
Agar hati tidak resah sayang!
Putik buah hatiku
Tidurlah sayang!
Agar aku tak berbicara terus

Begitulah gambaran sayangnya orangtua kepada anaknya yang dipaparkan Willem Iskander dalam puisi ini yang bertemakan kasih sayang sekaligus bertemakan religius. Semoga bermanfaat….

Sumber :
Buku “Sibulus-bulus Sirumbuk-rumbuk” karya Willem Iskander, Pengantar dan Terjemahan oleh Basyral Hamidy Harahap.

by.
Riza Lubis


2 thoughts on “OLO-OLO (NINA BOBO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *